ilham Ma'mum

Ahad, 15 Julai 2012

Saat-Saat Kewafatan Rasulullah S.A.W

By : Selimutsura



Saya sangat rindu
Saya juga sangat syahdu
lalu saya bertanya pada diri,

Sudah cukupkah saya mencintai Baginda Rasulullah S.A.W?
Apa yang saya lakukan, sebagai tanda cinta dan kasih padanya?
Dimanakah cinta dan kasih saya sandarkan selama ini?
Adakah hanya dengan sekadar cinta dan kasih saja?

Hingga ada airmata yang mengalir,
jantung dan hati basah sekali,
Lalu saya memandang hadis ini,
saya mengamatinya.

 لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (Muttafaq Alaih)
Saya bertanya lagi,
Apa harus saya lakukan?
Bagaimana keadaan saya, bila di mahsyar?
Layakkah saya dapat syafaatmu, Ya Rasulullah?


Sebab saya sibuk, leka, dan terlupa.
Mengumpul harta sebanyaknya takut miskin, mengisi gelak tawa panjang bersama keluarga dan teman-teman, menghibur bahagia dengan muzik-muzik dunia, bergendang mengikut rentak artis-artis, membuka berjam-jam lembaran mukabuku, masa saya padat dan penuh.

Adakah berguna air yang menitis pada kelopak kerinduan ini?
Sedang berjejeran airmatamu, menumpah darah menegakkan kalimat, menyelamat umat.

Ya Rasulullah, apa yang harus saya lakukan?
Saya buntu, malu dan pilu. 

Saya merenung sebuah hadis lagi, Saidina Umar r.a berkata:

لأَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِيْ . فَقَالَ : لاَ وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ . فَقَالَ : لَهُ عُمَرُ : فَإِنَّكَ اْلآنَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ . فَقَالَ : اْلآنَ يَا عُمَرُ
“Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” 
Nabi shallallahu alaihi wasalam  bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’. 
Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.”

Ya Rasulullah mulai saat ini, detik ini. Saya mahu mengikutimu, apa yang kamu bawakan, apa yang kamu sampaikan, saya akan sampaikan.

Dalam semua sudut, ruh dan tubuh saya, pada keluarga saya, teman-teman saya, mukabuku saya, blog saya, tiap jejeran peluh saya, tona suara dan alunan saya, akan saya bimbit kemas. Itulah cintamu, yang saya mahu bawa sebagai cinta saya. Cinta menuju jalan selamat, lebih-lebih di akhirat.

Supaya saya peroleh menatap wajahmu,
Kucupmu, memelukmu, duduk bersamamu,
di singgahsana indah.
Amin-amin Ya Rabbal Alamin, perkenankan doa saya Ya Allah Malikul-Quddus

Dan sebenarnya banyak lagi yang belum saya luahkan, biarlah simpan dulu, nanti di sana saya luahkan insyaAllah.Saya suka perasaan ini(^^)

Kongsikan Bersama

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...